DAN RASULULLAH PUN MENANGIS..
❤
❤
Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
❤
❤
Pulang dalam keadaan sangat letih dari medan dakwah. Ketika
hendak masuk rumah, Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu.
Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullah berkata:
“Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.” ❤
❤
Saat itu Khadijah sedang menyusui anaknya Fatimah yang masih
bayi. Rasulullah faham dengan kesetiaan Khadijah, Rasulullah TAKJUB dengan
pengorbanan Khadijah. Meskipun dalam keadaan LELAH menjaga rumah tangganya.
Meskipun dalam keadaan LETIH dalam memelihara anaknya, Khadijah masih sempat
menunjukkan KESETIANNYA kepada sang Suami walau dengan hal yang SEDERHANA. ❤
❤
Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi demi
perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan
untuk Islam.
Tidak jarang Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya
Fatimah ra. Sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi DARAH yang keluar
yang MASUK ke dalam MULUT Fatimah. ❤
❤
Melihat Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullah
mengambil Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya. Gantilah Rasulullah
berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullah begitu lelah dan letih dari
mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur
dipangkuan sang istri. Katika itulah khadijah dengan belaian kasih sayang
membelai rambut Beliau. ❤
Tak terasa AIR MATA Khadijah al-Kubra menetes mengenai pipi
Rasulullah SAW. Nabipun terjaga “Wahai Khadijah kenapa engkau menangis? Adakah
engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? Dahulu engkau wanita bangsawan,
engkau mulia, engkau hartawan, tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua
orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal
bersuamikan aku, Muhammad?” ❤
Khadijah al-Kubra berkata, “Wahai suamiku, wahai Nabi Allah,
bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku
serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan,
kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku
memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah
dan Rasul-Nya. ❤
Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa
lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini.” “Wahai Rasulullah,
sandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, kemudian
engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, ..engkau hendak menyebrangi sebuah
sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka engkau
gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, ❤
kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikan jembatan
sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu.
❤
"INGATKAN MEREKA AKAN KEBESARAN ALLAH.
INGATKAN MEREKA PERKARA YANG HAQ.
AJARKAN MEREKA SYARI'AT ISLAM WAHAI...RASULULLAH.”
❤
DAN RASULULLAH PUN MENANGIS







0 komentar:
Post a Comment