Sunday, December 25, 2016
Puding Melon dan Markisa
Puding Melon dan Markisa
Bahan-bahan
Puding Melon 1 :
50 gr gula pasir
1 bks agar2 rasa melon (misal agarasa)
1/2 sdt jelly plain
800 ml susu cair
100 ml sirup melon
1 tetes pewarna makanan hijau tua
Puding Markisa 1:
65 gr gula pasir
1 bks agar2 bubuk putih
1/2 sdt jelly plain
800 ml air
100 ml sirup markisa
4 tetes pewarna makanan kuning tua
500 gr melon, keruk bulat2
Puding Melon 2 :
Semua bahan & ukuran sama dengan puding melon 1 .
Puding Markisa 2 :
semua bahan & ukuran sama dengan Puding Markisa 1, tetapi tanpa buah melon lagi ya...
Langkah
Campur gula, agarasa,jelly,& susu,aduk rata,masak hingga mendidih sambil diaduk. Setelah mendidih tuang sirup melon, aduk rata sampai mendidih kembali.
Tuang dlm loyang tulban bermotif hingga 1/4 tinggi loyang atau kurleb 500 ml. Biarkan 1/2 beku atau sampai permukaannya mulai mengeras.
Campur gula,agar2 bubuk, jelly, air & pewarna. Masak sampai mendidih, setelah mendidih tuang sirup markisa,aduk kembali sampai mendidih. Tuang 1/2 bagian diatas puding melon. Biarkan 1/2 beku.
Tuang kembali sisa puding melon 1,di atas puding markisa. Biarkan 1/2 beku lagi. Tuang kembali sisa puding markisa diatas lapisan puding melon. Setelah 4 lapisan ini selesai. Puding kita bekukan dulu sampai
betul - Betul set.
Setelah puding lapis melon beku, potong2 menjadi 18 bagian, bagi menjadi 2 loyang, susun pada tiap loyang masing2 9 potong dgn susunan yg diberi jarak ya...
susun potongan melon pada tiap ruang kosong antara puding. Sisihkan.
Masak bahan puding markisa 2, seperti cara sebelumnya, bagi 2 bagian u tuk masing2 loyang ya...
tuang sedikit2 pada ruang kosong yg telah diisi melon. Sedikit2 ya...sebab kalau lansung banyak nanti puding lapis melonnya bisa meluncur & roboh...lakukan terus sampai adonan habis. Biarkan setengah beku.
Masak bahan puding melon 2, seperti cara sebelumnya. Bagi menjadi 2 bagian untuk masing2 loyang.
Tuang diatas lapisan puding markisa & seluruh bagian puding hingga memenuhi seluruh loyang. Dinginkan...dan puding siap dihidangkan"
Artikel Terkait:
",widgetStyle:1,homePage:"http://www.dte.web.id",numPosts:7,summaryLength:370,titleLength:"auto",thumbnailSize:72,noImage:"data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAAEAAAABCAIAAACQd1PeAAAAA3NCSVQICAjb4U/gAAAADElEQVQImWOor68HAAL+AX7vOF2TAAAAAElFTkSuQmCC",containerId:"related-post",newTabLink:false,moreText:"Baca Selengkapnya",callBack:function(){}};for(var f in relatedPostConfig){d[f]=(relatedPostConfig[f]=="undefined")?d[f]:relatedPostConfig[f]}var j=function(a){var b=m.createElement("script");b.type="text/javascript";b.src=a;k.appendChild(b)},o=function(b,a){return Math.floor(Math.random()*(a-b+1))+b},l=function(a){var p=a.length,c,b;if(p===0){return false}while(--p){c=Math.floor(Math.random()*(p+1));b=a[p];a[p]=a[c];a[c]=b}return a},e=(typeof labelArray=="object"&&labelArray.length>0)?"/-/"+l(labelArray)[0]:"",h=function(b){var c=b.feed.openSearch$totalResults.$t-d.numPosts,a=o(1,(c>0?c:1));j(d.homePage.replace(/\/$/,"")+"/feeds/posts/summary"+e+"?alt=json-in-script&orderby=updated&start-index="+a+"&max-results="+d.numPosts+"&callback=showRelatedPost")},g=function(z){var s=document.getElementById(d.containerId),x=l(z.feed.entry),A=d.widgetStyle,c=d.widgetTitle+'- ',b=d.newTabLink?' target="_blank"':"",y='',v,t,w,r,u;if(!s){return}for(var q=0;q
"+y+"
"}else{if(A==5){c+=''+w+""+y+"
"}else{if(A==6){c+='- "+w+'
'+u+""+y+"
"}else{c+=' - "+w+" "}}}}}s.innerHTML=c+="
/g," ").replace(/<.*?>/g,"").replace(/[<>]/g,"").substring(0,d.summaryLength)+"…":"";for(var p=0,a=x[q].link.length;p







0 komentar:
Post a Comment